Posts

Showing posts with the label keswan

Alat Reproduksi Wanita Bagian 1

Image
Alat reproduksi wanita, terdiri dari alat / organ  eksternal dan internal. Sebagian besar organ ini  terletak di dalam rongga panggul atau yang disebut pelvic floor. Organ Eksternal (sampai vagina) berfungsi untuk kopulasi. Sedangkan organ Internal berfungsi untuk ovulasi, fertilisasi ovum, transportasi blastocyst, implantasi, pertumbuhan fetus, dan sebagai tempat kelahiran bayi. Berikut anatomi yang menyusun organ eksternal pada wanita. 1. Genitalia Eksternal a. Vulva Tampak dari luar (mulai dari mons pubis sampai tepi perineum), terdiri dari mons pubis, labia mayora, labia minora, clitoris, hymen, vestibulum, orificium urethrae externum, kelenjar-kelenjar pada dinding vagina. b. Mons pubis / mons veneris Lapisan lemak di bagian anterior symphisis os pubis. Pada masa pubertas daerah ini mulai ditumbuhi rambut pubis. c. Labia mayora Lapisan lemak lanjutan mons pubis ke arah bawah dan belakang, banyak mengandung pleksus vena. d. Vestibulum Daerah dengan batas atas clitoris, bat...

Preeklampsia X Sectio Caesarea

Preeklampsia 1.Pre eklampsia Preeklampsia merupakan kesatuan penyakit yang langsung disebabkan oleh kehamilan. Definisi preeklampsia adalah hipertensi disertai proteinuria dan edema akibat kehamilan setelah usia kehamilan 20 minggu atau segera setelah persalinan. Gejala ini dapat timbul sebelum 20 minggu bila terjadi penyakit trofoblastik (Wibowo dan Rachimhadi, 2006). Preeklampsia merupakan suatu sindrom spesifik kehamilan dengan penurunan perfusi pada organ-organ akibat vasospasme dan aktivasi endotel. Proteinuria adalah tanda yang penting dari preeklampsia (William, 2005). Menurut Hacker, Moore (2001) preeklampsia dapat disebut sebagai hipertensi yang diinduksi kehamilan atau penyakit hipertensi akut pada  kehamilan. Preeklampsia tidak sematamata terjadi pada wanita muda pada kehamilan pertamanya. Preeklampsia ini paling sering terjadi selama trimester terakhir kehamilan. Preeklampsia merupakan kumpulan gejala yang timbul pada ibu hamil, bersalin dan dalam masa nifas yang ...

Case report: Physiotherapy strategies for a woman with symphysis pubis diastasis occurring during labour

by: Jae-Hun Shima, Duck-Won Ohb,∗ Department of Physical therapy, Division of Health Science, Baekseok University, Cheonan City, Republic of Korea Department of Physical therapy, College of Health and Sports Science, Daejeon University, 96-3, Yongun-dong, Dong-gu, Daejeon 300-716, Republic of Korea Diterbitkan oleh Elsevier Ltd All rights reserved. Abstrak Laporan kasus ini menunjukkan sebuah program latihan terapi sebagai pengobatan fungsional non-invasif untuk simfisis pubis diastasis (SPD) dan laporan hasilnya. Seorang Wanita 32 tahun primigravida dengan SPD selama persalinan menerima program latihan fungsional spesifik, yang terdiri dari abdominal stabilization dan strengthening pelvic floor muscle, adductors hip, dan extensor; latihan untuk mobilitas di bed; dan latihan berjalan dengan bantuan. Program ini dilakukan selama 1 jam per sesi, dua kali sehari, selama 2 minggu.  sebelum intervensi, pasien sangat tergantung pada orang lain untuk melakukan aktivitas sehari-ha...