Posts

Showing posts with the label Interna

Metabolik Equivalen (METs)

Image

NEW YORK HEART ASSOCIATION (NYHA )

Image

PENYAKIT JANTUNG KORONER

Image
Penyakit Jantung Koroner adalah suatu penyakit yang terjadi karena adanya substansi lemak yang disebut “plaque” di dalam arteri koroner jantung, ataupun karena spasme dan kelainan pembuluh darah. Pembentukan Plaque di dalam pembuluh darah ini disebut atherosclerosis. Penyakit Jantung Koroner merupakan jenis penyakit jantung yang paling umum terjadi. Berdasarkan studi Epidemiologi di Amerika, Penyakit Jantung Koroner berada di urutan No.1 sebagai penyebab kematian paling sering baik di kalangan perempuan maupun laki-laki. ETIOLOGI DAN PATOFISIOLOGI PJK -Kolesterol tinggi -Kurang olahraga -Merokok -Tekanan darah tinggi -Usia -Obesitas -Riwayat keluarga -Diabetes Pada Jantung Normal, arteri koronaria tetap bebas, sehingga darah tetap mengalir dengan lancer dan oksigen tersuplai dengan baik. Penyempitan arteri koronaria menyebabkan angina, dan jika terjadi penyumbatan di pembuluh darah ini maka akan terjadi serangan jantung. TANDA DAN GEJALA PJK -Short of Breathing (sesak nafas) -Pusi...

Anatomi Jantung

Image
Jantung adalah salah satu organ penting dalam tubuh kita. Fungsi jantung secara umum adalah bekerja sebagai pompa. Fungsi pompa ini adalah kaitannya dengan sistem peredaran tubuh sehingga ketika jantung bekerja untuk dan dalam rangka memompakan darah ke seluruh jaringan tubuh kita. Jantung adalah sebuah pompa yang memiliki empat bilik. Dua bilik yang terletak di atas disebut Atrium, dan dua yang di bawah disebut Ventrikel. Jantung juga dapat dibagi menjadi dua bagian, yaitu bagian kanan yang bertugas memompa darah ke paru-paru, dan bagian kiri yang bertugas memompa darah ke seluruh tubuh manusia. Atrium dan ventrikel masing-masing akan dipisahkan oleh sebuah katup, sedangkan sisi kanan dan kiri jantung akan dipisahkan oleh sebuah sekat yang dinamakan dengan septum. Katup jantung berfungsi terutama agar darah yang telah terpompa tidak kembali masuk ke dalam lagi. Jantung merupakan sebuah organ yang terdiri otot. Cara bekerjanya menyerupai otot polos yaitu di luar kemauan kita (dipe...

Low Density Lipoprotein (LDL)

LDL berukuran kecil sehingga mudah masuk ke dinding pembuluh darah, terutama jika dinding tersebut rusak karena ada beberapa factor resiko seperti usia, merokok, hipertensi, atau factor keturunan. LDL yang menumpuk akan membentuk suatu plak lemak di sepanjang pembuluh darah bagian dalam, plak ini akan menyumbat pembuluh darah sehingga membuat lumennya semakin sempit, keadaaan seperti ini sering di sebut aterosklerosis, karena darah akan sulit mengalir melalui pembuluh darah sempit dan akan meningkatkan resiko penyakit jantung. Pembuluh darah yang tidak rata akan menyebabkan pembentukan gumpalan darah di dalam pembuluh, dan akan membentuk sebuah plak yang akan menghalangi aliran darah ke jantung atau otak yang akan menyebabkan penyakit jantung atau stroke.  Kolesterol di bagi menjadi kolesterol high density lipoprotein (HDL) dan Low Density Lipoprotein (LDL), kolesterol LDL sebagai pembawa kolesterol dalam darah, bila kadarnya berlebih akan mengendap pada dinding pembuluh ...

Viscera Spesific Test

Pemeriksaan Spesifik Interna berbeda dengan pemeriksaan spesifik pada kasus musculuskeletal ataupun kasus neurologi. untuk kasus yang terkait dengan viscera perlu dilakukan tes spesifik seperti berikut: 1. Vital sign : Tekanan Darah, Denyut Nadi, Frekuensi Napas          2. Palpasi : Nyeri tekan pada area abdomen 3. VAS pada area abdomen      a)    Nyeri diam         b)    Nyeri gerak         c)    Nyeri tekan    4. Viscera Listening Test 5. Colon mobility test 6. Hemodinamic test 7. Hamilton Anxiety Rating Scale     8. Indeks Barthel 9. Hasil Laboratorium 10. IADL (Instrumental Activities of Daily Living) 11. Arm Pull Test 12. Hepar Mobility Test 13. Sotto-Hall Test 14. GB Mobility test (sesuai dengan organ viscera terkait ex limpa mobility test, gaster mobility test,...)

Anatomi Fisiologi Colon

Image
Colon (usus besar) merupakan tabung muskular berongga dengan panjang sekitar 5 kaki (sekitar 1,5 m) yang terbentang dari sekum sampai kanalis ani. Diameter colon lebih besar daripada usus kecil. Rata-rata sekitar 2,5 inci (sekitar 6,5 cm), tetapi makin dekat anus diameternya makin kecil. Colon dibagi menjadi sekum, colon, dan rektum. Pada sekum terdapat katup ileosekal dan apendiks yang melekat pada ujung sekum. Sekum menempati sekitar dua atau tiga inci pertama dari usus besar. Katup ileosekal mengontrol aliran kimus dari ileum ke sekum. Colon dibagi lagi menjadi colon asendens, transversum, desendens, dan sigmoid. Tempat dimana colon membentuk kelokan tajam, yaitu pada abdomen kanan dan kiri atas berturut-turut dinamakan fleksura hepatika dan fleksura lienalis. Colon Cecum dimulai dari krista iliaca dextra merupakan ujung dari colon ascendens terusan ke usus buntu. Colon sigmoid dimulai dari krista iliaka dan berbentuk suatu lekukan berbentuk S. Lekukan bagian bawah membelok ke kiri ...

DIARHEA

A.Definisi Diare Diare adalah buang air besar dengan konsistensi lembek atau cair, bahkan dapat berupa air saja dengan frekuensi lebih sering dari biasanya (tiga kali atau lebih) dalam satu hari (Depkes RI 2011). Lebenthal (2010) mendefinisikan diare secara klinis sebagai pasasi yang sering dari tinja dengan konsistensi lembek sampai cair, dengan volume melebihi 10 mL/kgBB/hai. Sedangkan menurut Silverman mendefinisikan diare sebagai malabsorbsi air dan elektrolir dengan ekskresi isi usus yang dipercepat. Fungsi usus sebagai suatu pengatur yang efisien dan peka dari cairan ekstrasel, karena fungsi sekresi dan absorbsi yang dimilikinya. Diare dapat disebabkan oleh transportasi air dan elektrolit yang abnormal dalam usus. Di seluruh dunia terdapat kurang lebih 500 juta anak yang menderita diare setiap tahunnya, dan 20% dari seluruh kematian pada anak yang hidup di negara berkembang berhubungan dengan diare serta dehidrasi. Gangguan diare dapat melibatkan lambung dan usus (Gastroenteritis...

HEPATITIS B

A.Definisi Hepatitis B Hepatitis B adalah suatu penyakit hepar yang disebabkan oleh virus Hepatitis B, suatu anggota famili hepadnavirus yang dapat menyebabkan peradangan hepar akut atau kronis yang dapat berlanjut menjadi sirosis hepar atau kanker hepar. Hepatitis B akut jika perjalanan penyakit kurang dari 6 bulan sedangkan Hepatitis B kronis bila penyakit menetap, tidak menyembuh secara klinis atau laboratorium atau pada gambaran patologi anatomi selama 6 bulan. B.Etiologi Hepatitis B Virus Hepatitis B adalah virus (Deoxyribo Nucleic Acid) DNA terkecil berasal dari genus Orthohepadnavirus famili Hepadnaviridae berdiameter 40-42 nm. Masa inkubasi berkisar antara 15-180 hari dengan rata-rata 60-90 hari. Terdapat dua cara penularan infeksi virus hepatitis B yaitu penularan secara horizontal (dari pengidap hepatitis kepada individu yang masih rentan) dan secara vertikal (ibu hamil kepada bayi). 1)Penularan secara horizontal Dapat melalui kulit ataupun selaput lendir a)Melalui kulit Penu...

Anatomi Hepar

Image
1.Struktur Hepar atau hepar merupakan kelenjar dan organ abdomen terbesar. Hepar memiliki berat sekitar 1.500 gram atau 2,5% dari total berat tubuh dewasa. Hepar berbentuk baji dengan basis di sebelah kanan dan apeks di sebelah kiri. Hepar terletak di ruang abdomen bagian atas tepatnya di kuadran kanan atas dan epigastrium. Hepar secara anatomis dibagi menjadi dua lobus, yaitu lobus kanan yang besar dan lobus kiri yang kecil oleh bidang yang melalui batas perlekatan ligamentum falciforme dan fissura sagittalis sinistra. Lobus kanan terbagi menjadi lobus quadratus yang terletak antara kandung empedu dan ligamentum falciforme, dan lobus caudatus yang terletak antara vena cava inferior dan ligamentum venosum. Kedua lobi ini dipisahkan oleh porta hepatis. Hepar secara fungsional dibagi menjadi dua bagian yang sama besar yaitu pars hepatis dextra dan pars hepatis sinistra. Masing-masing bagian tersebut memiliki pembuluh darah dan duktus biliaris tersendiri. Lobus quadratus menerima darah da...